Sabtu, 06 Juni 2015

MASALAH SOSIAL YANG TEJADI SAAT INI ( KRIMINALISASI )

PENDAHULUAN

Sejarah perkembangan manusia dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan banyak masalah sosial dan memerlukan penyesuaian terhadap perubahan sosial. Di satu pihak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memperlihatkan hasil yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia, sedangkan di pihak lain akan melahirkan penyakit sosial seperti timbulnya pengangguran, kesenjangan sosial yang berdampak pada timbulnya suatu kejahatan.
Kejahatan adalah suatu perbuatan secara turun temurun dilakukan oleh manusia dari dahulu sampai dewasa ini. Manusia melakukan perbuatan jahat, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Tingkah laku jahat itu bisa dilakukan oleh siapapun juga, baik wanita maupun pria, dapat pula pada usia anak, dewasa, ataupun lanjut usia.
Kejahatan bisa dilakukan secara sadar yaitu dipikirkan dan diarahkan pada suatu maksud tertentu secara benar, namun juga bisa dilakukan secara tidak sadar. Untuk mempertahankan hidupnya, seseorang terpaksa melakukan suatu kejahatan. Kenyataan dewasa ini, di zaman modern ini, orang melakukan kejahatan dengan berbagai macam cara yang serba modern, baik alat yang digunakan maupun modus operasinya.
Ada empat pendekatan yang pada dewasa ini masih ditempuh dalam menjelaskan latar belakang terjadinya kejahatan, adalah :
1.         Pendekatan biogenik, yaitu suatu pendekatan yang mencoba menjelaskan sebab atau       sumber kejahatan berdasarkan faktor-faktor dan proses biologis.
2.             Pendekatan psikogenik, yang menekankan bahwa para pelanggar hukum memberi respons terhadap berbagai macam tekanan psikologis serta masalah-masalah kepribadian yang mendorong mereka untuk melakukan kejahatan.
3.             Pendekatan sosiogenik, yang menjelaskan kejahatan dalam hubungannya dengan poses-proses dan struktur-struktur sosial yang ada dalam masyarakat atau yang secara khusus dikaitkan dengan unsur-unsur didalam sistem budaya.

4.             Pendekatan tipologis, yang didasarkan pada penyusunan tipologi penjahat dalam hubungannya dengan peranan sosial pelanggar hukum, tingkat identifikasi dengan kejahatan, konsepsi diri, pola persekutuan dengan orang lain yang penjahat atau yang bukan penjahat, kesinambungan dan peningkatan kualitas kejahatan, cara melakukan dan hubungan prilaku dengan unsur-unsur kepribadian serta sejauh mana kejahatan merupakan bagian dari kehidupan seseorang.

KESIMPULAN

Di zaman yang serba modern ini, banyak sekali kebutuhan manusia yang harus dipenuhi. Untuk mempertahankan hidupnya, kadang seseorang terpaksa melakukan suatu kejahatan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan. Faktor mendasar yang sangat mempengaruhi adalah faktor ekonomi yang sangat rendah, sehingga seseorang cenderung menempuh jalur kejahatan untuk memenuhi kebutuhannya, contohnya pencurian, perampokan, penipuan, dan lain-lain. Faktor lain, diantaranya faktor ilmu pengetahuan dan kesadaran, faktor keamanan, dan faktor kejiwaan atau pribadi.
Kita sering melihat dan mendengar berita di televisi, bahwa banyak sekali kasus-kasus kriminal yang terjadi, diantaranya pembunuhan, perampokan, mutilasi, penganiayaan, penculikan, dan lain-lain.
Tindakan kriminal tersebut banyak sekali menimbulkan dampak. Secara garis besar, tindakan kriminal sangat merugikan korbannya, entah dalam hal kerugian materi ataupun kehilangan nyawa. Selain itu, tindakan kriminal menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat, munculnya rasa ketidakyakinan masyarakat terhadap pihak keamanan, khususnya Kepolisian Republik Indonesia. Di bidang sosial, dampak tindakan kriminal yaitu minimnya rasa tenggang rasa, gotong-royong, dan lain-lain.
Dari dampak yang sebagian kecil sudah dipaparkan di atas, tentunya kita harus berpikir bagaimana upaya mencegah kejahatan tersebut. Pertama, kita pandang dari sudut pandang hukum. Cobalah pemerintah tegakkan hukuman dan pertegas sanksi bagi para kriminil, dengan begitu, para pelaku kejahatan akan berpikir beribu kali untuk melakukan kejahatan. Kedua, pemerintah hendaknya memperhatikan ekonomi masyarakatnya, pastikan semua warga negaranya terpenuhi kebutuhan secara primer, buka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya agar tindakan kriminal bisa diminimalisir. Ketiga, untuk para pihak keamanan, tingkatkan perlindungan kepada masyarakat, menjamin tidak adanya penindasan dan ketidakadilan. Lalu yang penting adalah kepada para orang tua dan pemerintah, berikan budi pekerti yang baik kepada anak sejak dini, tanamkan rasa takwa terhadap Tuhan, dan berikan ilmu dan pengetahuan yang terbaik terhadap anak.
2.             Saran
Tindak kriminalitas yang terjadi di Indonesia, pasti banyak kritikan dari para golongan masyarakat. Untuk itu ada beberapa saran yang dapat saya simpulkan dari kesimpulan di atas, diantaranya :
a.       Untuk Pemerintah, para orang tua, dan para pemuka agama, tanamkan budi pekerti yang baik kepada anak dan masyarakat mulai dini, tanamkan rasa takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
b.      Pemerintah hendaknya mempertegas hukuman dan sanksi kepada para pelanggar hukum
c.       Pemerintah dan para penegak hukum hendaknya melindungi masyarakat, memberikan rasa aman atas penindasan dan ketidakadilan
d.      Pemerintah hendaknya memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat, pastikan semua warga negara terpenuhi kebutuhan primernya, buka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya agar tindak kriminal bisa diminimalisir
e.       Untuk para orang tua, berikan ilmu pengetahuan yang terbaik untuk anak agar kedepannya mereka memiliki sudut pandang yang baik dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.