PENDAHULUAN
Sejarah
perkembangan manusia dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi
menimbulkan banyak masalah sosial dan memerlukan penyesuaian terhadap perubahan
sosial. Di satu pihak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
memperlihatkan hasil yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia, sedangkan di
pihak lain akan melahirkan penyakit sosial seperti timbulnya pengangguran,
kesenjangan sosial yang berdampak pada timbulnya suatu kejahatan.
Kejahatan
adalah suatu perbuatan secara turun temurun dilakukan oleh manusia dari dahulu
sampai dewasa ini. Manusia melakukan perbuatan jahat, baik terhadap diri
sendiri maupun terhadap orang lain. Tingkah laku jahat itu bisa dilakukan oleh
siapapun juga, baik wanita maupun pria, dapat pula pada usia anak, dewasa,
ataupun lanjut usia.
Kejahatan
bisa dilakukan secara sadar yaitu dipikirkan dan diarahkan pada suatu maksud
tertentu secara benar, namun juga bisa dilakukan secara tidak sadar. Untuk
mempertahankan hidupnya, seseorang terpaksa melakukan suatu kejahatan.
Kenyataan dewasa ini, di zaman modern ini, orang melakukan kejahatan dengan
berbagai macam cara yang serba modern, baik alat yang digunakan maupun modus
operasinya.
Ada
empat pendekatan yang pada dewasa ini masih ditempuh dalam menjelaskan latar
belakang terjadinya kejahatan, adalah :
1. Pendekatan biogenik, yaitu suatu
pendekatan yang mencoba menjelaskan sebab atau sumber kejahatan berdasarkan
faktor-faktor dan proses biologis.
2. Pendekatan
psikogenik, yang menekankan bahwa para pelanggar hukum memberi respons terhadap
berbagai macam tekanan psikologis serta masalah-masalah kepribadian yang
mendorong mereka untuk melakukan kejahatan.
3. Pendekatan
sosiogenik, yang menjelaskan kejahatan dalam hubungannya dengan poses-proses
dan struktur-struktur sosial yang ada dalam masyarakat atau yang secara khusus
dikaitkan dengan unsur-unsur didalam sistem budaya.
4. Pendekatan
tipologis, yang didasarkan pada penyusunan tipologi penjahat dalam hubungannya
dengan peranan sosial pelanggar hukum, tingkat identifikasi dengan kejahatan,
konsepsi diri, pola persekutuan dengan orang lain yang penjahat atau yang bukan
penjahat, kesinambungan dan peningkatan kualitas kejahatan, cara melakukan dan
hubungan prilaku dengan unsur-unsur kepribadian serta sejauh mana kejahatan
merupakan bagian dari kehidupan seseorang.
KESIMPULAN
Di
zaman yang serba modern ini, banyak sekali kebutuhan manusia yang harus
dipenuhi. Untuk mempertahankan hidupnya, kadang seseorang terpaksa melakukan suatu
kejahatan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan. Faktor mendasar
yang sangat mempengaruhi adalah faktor ekonomi yang sangat rendah, sehingga
seseorang cenderung menempuh jalur kejahatan untuk memenuhi kebutuhannya,
contohnya pencurian, perampokan, penipuan, dan lain-lain. Faktor lain,
diantaranya faktor ilmu pengetahuan dan kesadaran, faktor keamanan, dan faktor
kejiwaan atau pribadi.
Kita
sering melihat dan mendengar berita di televisi, bahwa banyak sekali
kasus-kasus kriminal yang terjadi, diantaranya pembunuhan, perampokan,
mutilasi, penganiayaan, penculikan, dan lain-lain.
Tindakan
kriminal tersebut banyak sekali menimbulkan dampak. Secara garis besar,
tindakan kriminal sangat merugikan korbannya, entah dalam hal kerugian materi
ataupun kehilangan nyawa. Selain itu, tindakan kriminal menimbulkan rasa takut
di kalangan masyarakat, munculnya rasa ketidakyakinan masyarakat terhadap pihak
keamanan, khususnya Kepolisian Republik Indonesia. Di bidang sosial, dampak
tindakan kriminal yaitu minimnya rasa tenggang rasa, gotong-royong, dan
lain-lain.
Dari
dampak yang sebagian kecil sudah dipaparkan di atas, tentunya kita harus
berpikir bagaimana upaya mencegah kejahatan tersebut. Pertama, kita pandang
dari sudut pandang hukum. Cobalah pemerintah tegakkan hukuman dan pertegas
sanksi bagi para kriminil, dengan begitu, para pelaku kejahatan akan berpikir
beribu kali untuk melakukan kejahatan. Kedua, pemerintah hendaknya
memperhatikan ekonomi masyarakatnya, pastikan semua warga negaranya terpenuhi
kebutuhan secara primer, buka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya agar
tindakan kriminal bisa diminimalisir. Ketiga, untuk para pihak keamanan,
tingkatkan perlindungan kepada masyarakat, menjamin tidak adanya penindasan dan
ketidakadilan. Lalu yang penting adalah kepada para orang tua dan pemerintah,
berikan budi pekerti yang baik kepada anak sejak dini, tanamkan rasa takwa
terhadap Tuhan, dan berikan ilmu dan pengetahuan yang terbaik terhadap anak.
2. Saran
Tindak
kriminalitas yang terjadi di Indonesia, pasti banyak kritikan dari para
golongan masyarakat. Untuk itu ada beberapa saran yang dapat saya simpulkan
dari kesimpulan di atas, diantaranya :
a. Untuk
Pemerintah, para orang tua, dan para pemuka agama, tanamkan budi pekerti yang
baik kepada anak dan masyarakat mulai dini, tanamkan rasa takwa terhadap Tuhan
Yang Maha Esa
b. Pemerintah
hendaknya mempertegas hukuman dan sanksi kepada para pelanggar hukum
c. Pemerintah
dan para penegak hukum hendaknya melindungi masyarakat, memberikan rasa aman
atas penindasan dan ketidakadilan
d. Pemerintah
hendaknya memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat, pastikan semua warga negara
terpenuhi kebutuhan primernya, buka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya agar
tindak kriminal bisa diminimalisir
e. Untuk
para orang tua, berikan ilmu pengetahuan yang terbaik untuk anak agar kedepannya
mereka memiliki sudut pandang yang baik dalam menghadapi dan memecahkan suatu
masalah.